10.28.2014

Gulali

Hai, sudah hampir 2 minggu kita nggak berjumpa. Gimana kuliahmu disana? Kamu sekarang ketiduran mulu ih. Padahal aku kangen dengar suara kamu atau sekedar membaca susunan alfabet tentang cerita-cerita teman kuliahmu disana. Katamu disana mendung ya? Pantas kamu jadi ketiduran terus kalau begitu. Di kamarku selalu mendung, meskipun di luar cerah. Oh iya, tenggorokanku sakit. Kelelahan mungkin, akhir-akhir ini juga jarang minum dan telat makan. Maaf ya, selalu begini. Kapan aku mau gendutan ya kalau pola hidupku begini? Mungkin aku akan mati lebih cepat daripada kamu yang sempat gejala paru-paru basah. Tapi semoga jangan, ah. Kita nggak mati nanti. Kita langsung meleleh, terus berubah bentuk. Kamu mau berubah jadi apa? Aku mau berubah jadi permen gulali rasa stroberi yang kayak jeli itu lho. Lengket - lengket, warnanya merah. Dulu, papaku pernah bikin itu waktu aku masih SD kelas 3 atau 2 (mungkin). Waktu itu seingatku hari Rabu, papa mencoba resep permen jeli gara - gara semalam lihat usaha permen jeli di TVRI. Aku bantu papa ngaduk sepanci adonan yang lumayan besar. Siang itu burung peliharaan papa berkicau diantara kepul adonan permen. Adonannya kental dan berwarna merah. Sambil aku aduk, papa menuangkan gula sedikit demi sedikit. Saat sudah matang, aku dan papa menaruhnya di cetakan. Cetakannya lucu, berbentuk binatang. Ada yang kura - kura, gajah, kupu - kupu, dan entah apa aku lupa. Cara membuatnya sama seperti membuat jeli. Hanya saja ini permen. Sambil menunggu dingin, aku tidur di sofa. Dulu, aku suka sekali pakai baju rumah papa, meskipun jadinya kayak daster. Kainnya dingin dan ukurannya yang besar membuatku seperti di dalam tenda. Papa suka bingung kalau bajunya aku pakai, apalagi papa suka lupa dalam hal menaruh barang. Sehabis tidur, aku makan permen jeli di sore hari. Rasanya manis - manis asam, ada potongan stroberi di dalamnya. Permennya suka lengket di dalam mulut, jadi mengunyahnya lama sekali. Aku makan permen di teras. Waktu itu, sore nggak sepanas sekarang. Di taman, papa membersihkan sangkar burung. Aku nggak suka bau kotoran burung, jadi aku nggak mau membantu papa hihihi. Sambil makan permen, aku nunggu mama pulang. Tapi habis aku tunggu sampai malam, mama nggak pulang-pulang. Jadinya, aku masuk ke dalam rumah dan menonton channel dokumentasi hewan sama papa. Dulu, di TPI setiap jam 6 sampai jam 7 ada dokumentasi hewan. Papa suka sekali lihat hewan saling tangkap, mainan sama temannya, atau melindungi anaknya dari hewan buas. Aku ikut aja sih, lucu juga kan lihat hewan - hewan kayak zebra, gajah Afrika yang abu-abu, dan burung yang sayapnya lebar, di televisi. Habis nonton televisi, aku lupa tuh sisa harinya ngapain. Seingatku, aku masukin permen ke kulkas dan oooh.. aku baca buku cerpen seukuran saku. Yang nulis Enid Blyton. Salah satu ceritanya tentang Peter. Aku baca bukunya di kamar, biar dikira lagi belajar hihihi. Setelah itu, kayaknya aku ketiduran. Aku lupa. Tapi, seingatku, sejak hari itu, papa nggak pernah bikin permen gulali lagi. Oh iya, aku kok malah cerita panjang sih? Yah, lupa kan. Padahal aku yang kangen ceritamu. Kamu sih tidur. Nanti kalau ketemu, gantian kamu yang cerita, tentang apa aja. Tentang rintik hujan disana, dosenmu, atau kota - kota yang dulu kamu tinggali. Sudah ya, aku juga ngantuk. Aku susul tidurmu. Mungkin saja kita bisa ketemu. Kalau kamu mimpi makan gulali, berarti kamu makan aku tuh. Aku masuk ke lambungmu, lalu ditransportasikan melalui darah ke nadi - nadimu. Jadinya, kalau kangen, aku sudah di dalam kamu. Hoaaa serem juga ya tapi. Ya sudah, daah. Selamat tidur. Sampai jumpa secepatnya. Aku kangen sekali :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger templates