3.30.2015

Low Light Part 2

Sebenarnya, ada banyak hal yang ingin saya rekam. Tapi, terlalu banyak momen yang terjadi begitu saja dan saya tidak bisa mengejarnya. Saya cuma ingin goler-goler di kasur, nonton TV, makan pizza sekotak besar (itu pun banyak pertimbangan, karena saya vegetarian dan dia sangat karnivor), tripping di pagi hari (mulai subuh sampai matahari mulai muncul), ketawa - ketawa dengan becandaan internal yang cuma kita yang paham, ngerekam video goblok - goblokan (pengennya bikin iklan deodoran, tapi gak bisa serius), pengennya foto berdua, ya tapi gak papa lah, foto di kamar mandi waktu sikat gigi juga boleh. Pengennya punya foto - foto bareng, tapi apa lah, bawaannya kalo gak becanda ya terlalu asyik sampai lupa foto - foto. Tapi, bukannya itu yang paling penting? To experience all the madness and doingnothingness is even more important than taking pictures. Apa yang tidak kamu lihat adalah yang sebenarnya terjadi. Dari 38 frame, cuma ada 12 tentang hari itu. Itu juga nggak semua saya publikasi. Sisanya... biar saja untuk proyek sok-sokan dokumentasi fesyen yang sedang saya kerjakan. 





3.25.2015

Nyon

I met her in 2011. We were just graduated from high school. It was in August. I came to Malang at 6 p.m. The crowd outside the train station was packed. Relatives, beggars, asongan, and tukang becak. Then, I saw a bowl head. There she was. Looking tiny and adorable outside the gate, waving her fat fingered hands. She picked me up with her grandpa's old car and we went downtown to a small coffee shop. She was so cute. She had this bowl hair cut. Other girls would look really edgy and somehow look like someone who plays in a band, but she looked like an egg, a hard - boiled egg, and that's a compliment (because I had that murakami phase). And that's better. So adorable. She didn't seem so strange. She touched the book I put on the table. "Is this yours?". "No. I borrowed from a library.". The book was Catcher in The Rye. The classic cover. The red one. Sounds phony, but yeah, I read it a couple times when I was 15 until 17. There was a sign that someone would actually read it. There was a sign that someone would be my buddy. There was a sign that someone would not let me sleep at 5 in the morning, until she finished her story. That was the first time I met her.

Now, it's been four years. She still has that hair cut and now, a double chin. She's still dominates a conversation. (but that's fine, because I don't mind being dominated. hehe). The last photo is her bike. It's red. It reminds me of Taylor Swift.








3.21.2015

Low Light Part 1

we love hotels, motels, toilets, kitchens, and fitting rooms. but, mostly, bed.
so, boyfriend wrote this cheesy thing and asked if we could post all these stuffs. i'm actually cheesy too, but most of the time, in front of people, i play cool.
never mind the "hehe".


sebuah visual yang di abadikan melalui camera analog ini bercerita tentang banyak hal menarik yang di balut dengan kesedihan-kesedihan masa lalu dan masa yang akan di tempuh di kemudian hari.
kali ini berceritakan tentang 2 sejoli yang melakukan aktivitas nyata dan di buatnya jadi sebuah gambaran, di tanggal 14 dan dimana saya tidak bersama dia di 12 hari yang sangat flat dan monoton yang cenderung kebosanan. dari total 14 hari hanya mempunyai waktu 2 hari untuk bertemu, kembali bersama dan menceritakan cerita yang kadang baru saja hangat di perbincangkan, kadang juga cerita terbitan lama yang diulang dan diulang lagi, untungnya cerita itu tidak terlalu membosankan
suatu ketika kadang saya merasa sedih dan terlalu hanyut dalam dunia gelap, dimana itu tidak membuat saya lepas dari circle yang membuat saya terlalu betah dan lupa kalau masih banyak yang menunggu diluar sana.
siapalah kami ini ? sepasang kekasih yang mempunyai lingkup sendiri ? atau melalui hari yang sama setiap saatnya? jawabannya adalah (bukan) bukan itu, kami cuma sepasang kekasih yang banyak mencari kesenangan dengan cara yang jarang di sukai oleh kebanyakan pasangan- pasangan normal lainnya, kadang kami tidak terlalu tertarik melakukan aktivitas mencari dinner di malam hari, atau jogging di pagi hari, sebaliknya itu kita lebih suka mencari tempat sepi yang sangat awam bagi orang- orang, kenapa harus tempat sepi. karena mungkin itu spot paling cocok untuk bercerita dan dengan di balut cuddling di setiap waktu renggang hehe.
setting gambar di ambil di sebuah kamar hotel yang beruntungnya kita mendapatkan setengah harga karena sedang mengadakan promo kita saling membawa mixtape masing-masing untuk di pamerin dan di nikmati dengan cara mendengarkan bersama, saat itu tanggal 14 dan jatuh pada bulan ferbuari dimana masih terdapat musim hujan setelah pergantian tahun dan sangat cocok buat kita yang mencari kehangatan karena diluar sangatlah dingin, kita banyak bercerita tentang apa saja kadang itu fiksi kadang itu cerita sebenarnya.
setelah dari tempat itu kita melanjutkan petualangan normal yaitu dimana kita memutuskan untuk menonton film terbaru di sebuah gedung mainstrem yang sering dikunjungi banyak pasangan-pasangan yang haus belanja dan bercerita versi mereka di meja makan yang di pungut biaya
lanjut cerita setelah menyaksikan pertunjukan film yang kita nonton barusan, kita melanjutkan perjalanan di lantai paling atas dan menatap langit sore hingga gelap mendatangi kita, setelah semuanya gelap dan cuma di terangi lampu benderang, kita memutuskan mencari taman buatan yang berlokasi di gedung yang sama, disitu kita bercerita lagi. kali ini kita bercerita tentang semua kesedihan yang akan datang, senangnya aku hari ini, meskipun cuma bisa menikmati 39 jam berharga, tetapi saya sangat merasa senang bertemu kamu lagi. sebelum kembali ke realita kehidupan pendidikan dan di kelilingi orang-orang stranger. saya sudah terbiasa untungnya untuk sekarang ini, tetapi untuk dibuat menjadi nyaman lagi kayaknya akan membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi tak apalah saya sudah terlalu nyaman sama kamu jika bersama.











3.04.2015

Pink Cloudy Day

All dress up with pink transparent raincoat and ended up in running track, but too pretty to run. Oh, I mean too lazy.










Blogger templates