9.21.2012

Aktual (tanpa tajam dan terpercaya)

Seminggu kemarin saya iseng ke salah satu taman kota dekat rumah. Sekitar jam setengah empat saya sudah nyanggong disana sama si Vina. Sebetulnya alasan mengaktualisasi diri lebih tepat saya ungkapkan, ketimbang iseng. 



Hari itu dia menunjukkann gadget barunya. Biasa, punya si Apel Growak, gadget anak muda masa kini. Kalo sama si Vina, pembicaraan berlangsung seputar kerisauannya akan statusnya yang GAGAL LAKU (yang diakibatkan GAGAL MOVE ON). Dari bulan ke bulan, keluhannya itu - itu aja, subjeknya juga ya sudah pasti itu - itu aja. Di tengah - tengah pembicaraan, si Vina agak sebel sama saya (biasa, tapi 3 menit kemudian kalo ditinggal, juga ga bakal ngebolehin), yang selama berbulan - bulan ini pun nggak pernah memberi solusi yang tepat. Katanya teori - teori saya nggak bisa dipraktekkan dalam kelut permasalahannya (ya siapa suruh minta tips - tips dari orang yang seumur - umur pacaran selalu diputusin). Akhirnya, ketimbang sumpekgh sama saya, si Vina memilih untuk foto - foto (maaf ya, gadget baru) dan mengunggahnya ke instagram. Sementara saya, ketimbang di cuekin, akhirnya mengaktualisasi diri dengan mengambil foto lagi.


Setiap sore, taman kota ini selalu ramai dengan anak - anak bawah satu meter. Mereka sibuk berlarian, menghindari ibu atau pengasuh mereka (yang bisa jadi adalah kakek atau nenek mereka) yang berusaha menjejalkan makanan yang harusnya sudah jadi makan siang mereka. Tapi ada juga anak - anak bawah satu meter yang cuma berlari mengelilingi taman, lalu berhenti di satu titik, karena melihat gelembung sabun melayang - layang di atas kepala mereka, lalu berusaha menangkapnya (jelas nggak mungkin banget nangkepnya, orang gelembungnya melayang pada ketinggian dua meter di atas kepala mereka). Tapi, anak kecil yang satu ini dan orang tuanya menarik perhatian saya.



Bukan kenapa - kenapa juga sih, tapi romantis memang melihat sebuah keluarga kecil di suatu sore di hari Kamis (yang notabene hari kerja), masih menyempatkan waktu buat jalan - jalan manja bersahaja bersama. Biasanya kan di akhir pekan. Pasangan muda ini tampak menyimpan harapan besar pada putri mereka. Saat putrinya berlari kecil, mereka mungkin berharap supaya putrinya bisa berlari melebihi garis batas dunia (apaan sih, lebay.). Manis ya. 10 tahun ke depan semoga giliran saya (ga tau lagi kalo ada yang sukarela ngelamar sebelum umur segitu, atau malah ga ada yang rela, atau jangan - jangan, malah saya yang asik dengan diri sendiri, hehe.). Saya meminta ijin untuk mengambil foto putri mereka dan juga potret keluarga mereka. "Ayo, dek, liat kamera dek.", kata si ibu muda. Tapi putri mereka tetap ribet gleyotan sendiri, saya sih cuek, saya foto aja apapun keadannya.


Semoga langgeng dan si adek tumbuh jadi anak yang gak gleyotan lagi ya! (nb: jangan kayak kakaknya yang moto, susah ditaksir orang, gara - gara suka gleyotan. mungkin karena gleyotannya gak di kasur kali yah, hehe.)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger templates