Halaman

9.30.2013

ada yang paling kecil,
ada yang kecil,
ada yang besar,
ada yang lebih besar,
ada yang paling besar.

Menurut saya begitu. Yang disebut tuhan itu tampaknya ada, tapi mungkin sebenarnya dia nggak mau disebut-sebut. Kita saja yang terlalu kagum. Mungkin sebenarnya dia nggak mau diperdebatkan, kita saja yang terlalu skeptis. Saya tidak bernaung di suatu agama. Ide-ide yang ada di agama - agama yang pernah saya baca, tidak terlalu menarik minat saya untuk menyerahkan diri pada mereka. Ada beberapa hal yang baik memang, tapi bukan berarti saya berminat untuk bergabung. Saya merasa tidak akan cocok dengan apapun itu. Saya punya rasa percaya sendiri. Saya percaya pada diri saya, yang naif ini, yang sok tau, yang terlalu banyak memikirkan hal - hal kecil, yang rempong. Tapi paling tidak, saya tahu bagaimana saya. Saya kadang berkomunikasi dengan sesuatu yang kalian sebut tuhan, sekedar bertanya apa dia ada disana, atau mungkin saya sebetulnya hanya berbicara sendiri, lalu menghibur diri bahwa saya punya seseorang untuk diajak bicara? Sebuah delusi, begitu? Berbicara kepada dia sama seperti berkicau di twitter ataupun menulis seperti ini di blog. Saya merasa aman, terbang di suatu tempat dan berbicara ngalor-ngidul tanpa arah. Apa ia memang ada di samping kita, atau di depan kita, termangu mendengarkan cerita? Atau sebenarnya kita memang tengah sendiri, membangun imajinasi, dan bahwa sebenarnya tuhan itu adalah diri kita sendiri? Pernah dengar, "Every drop becomes the sea when it flows oceanward, just as at last the soul ascends and thus becomes the Lord." ? Well, okay, apapun itu, saya lebih baik bangkit dari lesehan saya dan mulai mengerjakan sesuatu, riding my life as it is.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger templates